Februari 22, 2010

Mario Teguh Golden Ways 21 Februari 2009 : From Yogyakarta With Love

Seindah-indahnya prilaku adalah prilaku yang bisa membawa manfaat bagi sesama.

Sebaik-baiknya berdo’a adalah dengan meminta diberikan kekuatan besar, bukan diberikan masalah kecil. Karena dengan diberikan kekuatan besar, masalah akan menjadi kecil.

Rata2 orang yang bilang ekonominya kurang, kalau ditanya kurang apa? Tidak bisa jawab. Karena kalau bersyukur kita tidak pernah tahu kurang-nya dimana. Misalnya : ranjangku jelek, tapi tidurku nikmat.

Orang2 di sekitar Jalan Malioboro mulai dari tukang becak, pedagang kaki lima, pengemis dll sangat membawa pelajaran berharga.

Saudara2 kita ini sangat mengagumkan, mereka tulus sekali dalam kesederhanaan mereka,tidak sedikitpun terpancar keraguan untuk berbicara,mereka sama sekali tidak merasakan adanya halangan untuk merasa sama tingginya dalam menyampaikan pendapat.

Banyak orang yang merasa cukup dengan yang baik, padahal lebih baik masih mungkin. Orang yang mengupayakan hidupnya lebih baik,tidak akan berhenti di satu kualitas.

Jadi kenapa pergaulan, perkumpulan itu baik sekali; itu karena dengan begaul dengan orang, Tuhan melewatkan kebaikan. Rejeki itu melalui orang. Uang itu datang hanya melalui dua cara: Satu harus berhubungan dengan orang, karena uang datang lewat orang; Yang kedua harus pinter nemu. Kalau tidak pinter nemu uang, harus ahli silaturahmi. Karena kebaikan, pangkat, nama baik, lewat orang.

Saudara2 kita di Sleman hidup harmoni dengan alam. Mereka bangun pagi dengan terbitnya matahari, dan segera mengambil keuntungan, dari sinar yang tersedia hari itu. Mereka segera pergi ke sawah, mereka memandikan ternak mereka, mereka menata lahan yang akan mereka tanami, atau menyiangi lahan yang sudah mereka tanami. Lalu menata kotoran yang akan mereka jadikan pupuk,mereka terlibat sekali dalam kehidupan yang sebenarnya.

Mereka tidak mungkin mengabaikan matahari, karena matahari-lah yang menjadikan apapun yang mereka tumbuhkan itu, sebagai penopang kehidupan mereka, dan sebagai peningkat kemampuan mereka untuk membeli hal2 yang mereka tidak bisa tumbuhkan.

Warga disana membuktikan bahwa tidak ada kekayaan yang bisa membeli tidur, dan tidak ada kekuasaan yang bisa memagari hati mereka dari kegelisahan, jika hati nurani mereka tidak bersih. Mereka memberikan bukti bahwa tidak ada bantal yang lebih nyaman dan lebih lembut daripada nurani yang bersih.

Kekayaan itu bukan hanya harta benda; itu bisa berupa nama baik, kesehatan, keluarga yang bahagia.

Nilai pengabdian itu akan semakin tinggi, kalau yang diterimanya sebagai imbalan semakin kecil. Jadi mungkin kalau betul2 kita mendidikan pengabdian, mungkin keraton sekaya apapun akan sebaiknya memberikan bayaran kecil. Itu adalah mengabdi, kalau mau dihargai tinggi, itu namanya dagang.

Uang itu jumlahnya boleh sama, tetapi rasanya akan berbeda. Uang yang didapatkan dengan cara yang halal, rasanya akan sangat berbeda dengan uang yang didapat dengan cara2 yang tidak baik. Harta yang paling indah itu adalah harta yang tidak harus dijelaskan darimana asal usulnya.

Hidup ini untuk apalagi kalau sudah bisa makan enak, tidur enak, ketawa enak. Tidur enak karena jujur, makan enak karena halal,ketawa enak karena bersahabat.

Wanita-wanita yang hebat itu akan menghebatkan pria-nya. Wanita itu bukan mahluk yang lemah, dia bisa mengubah sekasar-kasarnya pria, senakal-nakalnya pria menjadi sebaik-baiknya pribadi. Semua ini tentunya dibutuhkan suatu kekuatan yang tidak kecil.

Wanita itu penghebat pria, tetapi kekuatannya tidak akan berperan kalau kita tidak mencintainya.

Banyak orang mencari keberhasilan itu dipekerjaan. Orang itu bisa berhasil bukan karena pekerjaannya, tetapi karena orang itu menjadikan pekerjaan apapun sebagai pekerjaan bernilai.

Pekerjaan apapun, sekecil apapun, kalau dilakukan dengan kesunguhan besar, akan menjadikan pekerjaan yang membesarkan orangnya. Bukan anda yang membesarkan pekerjaan, tetapi pekerjaan yang membesarkan anda.

Ada tiga tanda bahwa pekerjaan itu baik atau tidak bagi anda. (Alhamdulillah, pekerjaan saya di Oriflame memenuhi 3 hal ini)
1. Pekerjaan itu Fun (Menyenangkan); ketemu atasan, ketemu teman, ketemu pelanggan terasa senang. Banyak orang diantara kita tidak suka bekerja, buktinya hari senin-jum’at pikirannya sabtu-minggu. Selama sabtu-minggu, takut hari senin. Berarti kegembiraan dalam pekerjaan itu bisa timbul karena kita bisa mensyukuri pekerjaan. Untuk mensyukuri pekerjaan maka bergembiralah.

2. Bahwa anda bisa menjadi pintar dipekerjaan itu. Kalau dipekerjaan itu tidak bisa membuat anda pintar, berarti pekerjaannya salah.

3. Dibayar baik. Banyak orang karena dibayar rendah, menjadikan dirinya menjadi pantas dibayar rendah. Orang yang dibayar rendah, harus menjadikan dirinya menjadi pantas dibayar tinggi. Kalau tidak disini, ditempat lain.

Jadi bedirilah gagah, layani pelaggan dengan super, jadi pekerja yang jujur, berpikir yang besar. Akan selalu ada orang yang melihat kita tidak pantas. Dan perlu diingat, orang yang naik kelas, selalu orang yang tidak pantas lagi ditempat itu.

Jadi dimanapun anda berkaya, dimanapun anda bekerja, secepat mungkin jadikan anda tidak pantas lagi pada jabatan itu.

Kesulitan hidup bukan ijin untuk saya gagal, orang lain mendukung atau tidak bukan masalah; karena saya akan menjadi pribadi yang berhasil dengan atau tanpa dukungan orang lain. Karena keberhasilan yang cantik itu, kita berhasil meraih keberhasilan yang tadinya diragukan oleh orang lain.

Jangan ijinkan pendapat buruk orang lain, untuk menghalangi hak kita untuk menjdi pribadi yang berhasil, yang sejahtera dan berbahagia.

Disetiap masalah selalu ada yang pro dan kontra,kalau ikut salah satu akan bingung. Perhatikan saja, biarkan hukum negara berlangsung, dan biarkan hukumnya Tuhan berlangsung. Akal2 manusia tidak bisa mengalahkan hukumnya Tuhan.

Orang2 besar itu meskipun salah, butuh orang baik sebagai sahabat. Untuk itu jadilah pemimpin yang sebenarnya, mulai dari memimpin keluarga, jadilah orang yang jujur.

Saudara kita di Yogyakarta dan sekitarnya itu adalah bagian dari saudara kita, mungkin mereka belum terberdayakan seutuhnya dalam keadaan ekonomi atau jenjang sosial mereka; tetapi mereka memiliki pendapat yang utuh mengenai bagaimana kehidupan ini sebaiknya dipimpin,dan bagaimana kejujuran menjadi sebagai penuntun bagi kehidupan.

Dari perjalanan di Yogyakarta, banyak yang bisa kita unduh dari kebijakan saudara2 kita yang bersahaja hidupnya, mulai dari petani, para pengurus dusun, camat; yang mendasarkan kekuatan kehidupannya, dari keikhlasan untuk membangun keluarga yang mulia.

Mereka bekerja dengan kesungguhan untuk berlaku jujur kepada satu sama lain. Mereka hidup dengan kesadaran bahwa, pemilik bumi dan langit ini adalah pengawas yang paling lekat.

Sehingga di alam yang bebas itu yang tidak ada polisi, tidak ada cctv camera, tidak ada wartawan; tapi mereka tetap berlaku setia, jujur pada cara2 yang baik. Mereka tidak mungkin melukai sungai, karena mereka tahu sungai ini yang menjadikan jalan dasar bagi kesehatan anak mereka; mereka tidak mungkin melukai yang penting bagi mereka termasuk persaudaraan.

Anjurannya; dasarkanlah semua upaya anda pada tujuan yang menjadikan anak2 anda penerus nama baik anda, yang akan membawa kebaikan yang anda pimpinkan dalam hidup ini ke keturunan anda selanjutnya dan selanjutnya. Kalau kita setia pada yang mendasarkan semua upaya kita, pada yang membaikkan keluarga; tidak usah kita menanti lama, karena kebahagiaan itu akan segera ada pada kita. Lakukan saja dan ikhlaskan diri anda pada kebaikan. Lalu perhatikan apa yang terjadi

0 comments:

Posting Komentar