Saat ini, banyak orang tidak sadar bahwa dia sedang berada dalam masa perhitungan. Semua kejadian, terutama yang buruk adalah pemberitahuan bahwa kita terlambat dihitung. Banyak orang ingin segera dihitung kebaikannya dengan hadiah2 berupa kesejahteraan dan kebahagiaan, tetapi tidak bersedia dihitung keburukannya.
Padahal hari perhitungan tidak usah ditunggu lagi karena hari perhitungan sebetulnya sudah terjadi. Kualitas hidup kita adalah bukti bahwa kita telah dihitung. Yang tidak baik adalah dihitung ketika sudah tua, saat harus main2 dengan cucu; lalu diminta membuktikan bahwa kita orang baik.
Maka anjurannya, agar semuda mungkin menjadi tegas dalam dihitung. Beranilah untuk segera dihitung atas keburukan kita, dan beranilah mudah-mudahan untuk segera dihitung kebaikan kita - saat kita baik. Saat kita tidak perlu lagi menggunakan masa tua kita sebagai masa bertanggung jawab, atas keburukan yang kita lakukan dimasa lalu.
‘Profiling’ adalah prilaku alamaiah seseorang setiap ia tampil didepan kita, yang otomatis kita membuat penilaian. Kalau tidak dilakukan dengan tidak anggun, ‘profiling’ akan berubah jadi ‘labeling’ (merek). Profiling itu hanya seperti melempar batu ke sumur, lalu menunggu terdengarnya suara itu, untuk mengukur berapa dalamnya.
Profiling itu jajakan awal, kemudian dinilai dari apa yang dilakukannya, yang dikatakannya, yang diputuskannya; baru kita memutuskan, dan itu masih butuh waktu lagi. Sehingga tidak bisa yang kita lakukan dengan sekali melihat kita langsung tahu, itu kita berpura-pura. Karena Tuhan telah memantaskan banyak orang yang kita duga tidak pantas untuk mencapai kualitas2 yang hebat.
Ada orang2 yang akan agresif, tetapi kalau beliau cukup terlatih; beliau akan membatalkan semua asumsi kita, dengan menjawab dengan teknik2 bicara yang anggun.
Maka siapkanlah diri anda untuk menjadi pribadi yang dinilai baik, apapun kesan pertama yang kita terima.
Kepada pribadi2 Indonesia yang sekarang sedang dinilai; jangan kecil hati, jangan marah dengan keputusan yang dibuat oleh publik.
Publik telah memutuskan dengan kasarnya, kerasnya, bahkan kejamnya reaksi;publik sudah mem-profile final. Tetapi tugas kita bukan untuk berekasi tidak anggun.
Jadi apapun yang dilakukan oleh publik dalam menghakimi(mem-profile) para pejabat, itu masukan untuk para pejabat bahwa itu adalah perhitungan. Bukan fakta salah atau tidak, tetapi itu perintah untuk memperbaiki pendekatan.
Impian Kami bahwa pejabat Indonesia ini tidak usah harus dibuktikan salah untuk diganti, tidak pantas saja sudah seharusnya cukup. Karena berapa banyak tenaga, uang dan waktu yang dibuang hanya untuk membuktikan orang salah.
Jangan pernah anggap orang 100% salah. Karena dalam hubungannya kita dengan orang lain, tidak ada orang yang 100% benar, dan 100% salah. Untuk itu komunisai yang baik disini sangat diperlukan.
Maka anjurannya: “Berikanlah keuntungan dari keraguan”, berikanlah keuntungan dari keraguan anda dengan berlaku santun, dan pergi kedasar yang sebetulnya dari masalah.
Apakah setiap kita menyadari bahwa masalah-masalah yang kita hadapi sekarang; itu berasal dari hal2 kecil yang tadinya belum menjadi masalah, tapi yang kita tunda penyelesaiannya?.
Semua masalah kita sekarang; itu dulu kita selesaikan sebelum menjadi masalah. Kesehatan, kebersihan, kesantunan, kejujuran. Sebelum menjadi masalah, kita tidak berlaku baik. Lalu kita tidak siap menghadapi perhitungan dari mereka, sekarang waktu masih muda.
Apakah kita harus menunggu tua renta untuk membuktikan bahwa kita orang baik?.
Mengapa tidak disegerakan dan ikhlaskan, dan ini bagian dari sifat Tuhan. Tuhan itu dari semua sifat-Nya yang paling hebat adalah Yang Maha Pengasih. Kesalahan orang yang dengan ikhlas melaporkan dirinya kepada Tuhan: “Tuhan Aku sudah tidak suci lagi, ijinkan aku mendekat, melaporkan semua dosaku, dan hitunglah aku”.
Apakah Anda akan dihitung sekejam yang Anda duga, berprasangka baik-lah kepada Tuhan. Kalau Anda berprasangka buruk kepada Tuhan, Anda berprilaku seperti Tuhan buruk yang menyiksa Anda; kenyataannya Anda sendirilah yang menyiksa.
So, datanglah kepada Tuhan, bersujudlah, sampaikanlah kegundahan hati Anda,ikhlaskanlah diri anda untuk segera dinilai. Dan Anda akan kaget, bahwa Tuhan sudah terbiasa memberikan, bahkan kepada hal2 yang tidak Anda minta.
Salah satu hukum dalam logika keberhasilan hidup yang sangat powerfull adalah hukum sebab akibat. Dan Tuhan telah mengingatkan jauh hari sebelumnya, mengenai pentingnya penyebaban yang baik. Jadi kehidupan yang baik itu sudah ada, pilihannya, kualitasnya sudah ada;kalau kita ikhlas menaruh diri kita dalam jalur proses, yang memantaskan diri kita bagi hadiah2 itu-sebab akibat.
Kalau kita tahu bahwa keburukan tidak ada yang terlepas dari perhitungan, berarti tidak ada juga kebaikan yang terlepas dari perhitungan. Kalau kebaikan sebesar biji sawi saja dihitung, apalagi jika kita membahagiakan hati banyak orang, memuliakan orang tua, mengasihi kakek dan nenek, berbicara anggun dan santun kepada adek2.
Mengapa kita tidak tergesa2 mengumpulkan butir2 kebaikan setiap hari, yang segera dihitung kebaikannya bagi diri kita. Sebab-akibat jangan pernah lupakan; bahwa apapun kualitas kehidupan kita sekarang, besar sekali peran kita dalam menyebabkannya.
Orang malas adalah orang yang sangat rajin untuk bermalas-malasan. Orang yang tidak tegas adalah orang yang sangat tegas sekali membiarkan dirinya terbengkalai dalam ketidak tegasan. Jadi jangan ragukan, apapun yang kita upayakan berdampak pada kualitas kehidupan kita.
Tidak mungkin anda keluar satu detik dari jalur kebaikan,menjadikan hati anda damai. Semua orang yang hatinya tidak damai, sedang berlaku diluar kebaikan. Itu sebabnya kita disuruh memperhatikan hati, supaya kita tahu untuk kembali kepada kebaikan.
Buktinya bahwa anda tidak damai saat anda tidak baik,kelakuannya, sikapnya, atau pikirannya; dan buktinya anda dibahagiakan, dengan hati yang bening, pikiran yang bersih, dan tindakan yang santun.
Entah mengapa bahwa bangsa kita ini sangat takut dengan perhitungan. Berarti kesannya perhitungan itu selalu negatif.
Maka hiduplah dengan harapan baik, bukan menakuti hal2 yang buruk, ikhlaskan-lah diri anda untuk menjdai pribadi yang bersih pikirannya.
Gunakan pikiran yang bersih seperti anda berdo’a, dan pikiran itu digunakan dalam pergaulan anda. Gunakan hati yang suci waktu anda berdo’a, dan gunakan hati yang suci itu waktu menyapa sahabat anda. Gunakan berdiri yang anggun itu didepan Tuhan sebagai cara anda untuk memuliakan tamu anda. Setelah itu anda tidak perlu dihitung lagi karena ada telah hidup dalam pribadi yang baik.
Keberanian adalah ukuran keberserahan kepada Tuhan, orang yang berserah kepada Tuhan akan berani. Hanya keberanian itu sering disalah artikan dengan keberanian berlaku fatal, berlaku menyepelekan kehidupan.
Orang yang berani itu, bukan berani mati. Keberanian yang sebetulnya adalah keberanian untuk hidup seutuhnya. Bertanggung jawab kepada pernikahan, bertanggung jawab kepada anak2 yang dilahirkan, bertanggung jawab pada kelestarian alam; itu yang namanya tanggung jawab.
Jadi, mengapa kita takut sekali kepada hal2 buruk yang bisa kita hindari, lalu tidak berani meng-khususkan diri yang hanya memikirkan yang baik, merasa yang baik dan melakukan yang baik?.
Harus ada masa dimana mudah bagi kita untuk berlaku baik, apapun yang terjadi dilingkungan kita. Jadilah seperti bunga teratai; sekotor apapun airnya, bunganya tetap indah.
Maka putusanlah untuk menjadi pribadi yang seindah-indahnya bagi pembahagiaan kehidupan. Lalu perhatikan apa yang terjadi.



0 comments:
Posting Komentar