Banyak diantara kita membangun kehidupan yang besar, yang sangat beresiko. Sebagian lagi dari kita sedang menunggu kesematan untuk bekerja dan berusaha,yang tidak ada resikonya. Banyak sekali orang yang mau berbisnis kalau tidak ada resikonya.
Resiko adalah ukuran, dampak dari kesalahan, yang justru seharusnya menjadikan kita hebat.
Ada dua orang, yang satu membiarkan pembayangannya tentang resiko;membatasi yang dilakukannya. Tetapi yang kedua, ia membayangkan resiko, yang justru membuatnya lebih hebat.
Kesimpulannya, orang yang takut resiko akan mengkerdilkan upayanya; orang yang menghormati resiko akan menghebatkan dirinya.
Kita harus bedakan antara Kesalahan VS Dosa.
Kesalahan itu wajar bagi siapapun yang belum tahu dan yang belum bisa. Tetapi Dosa justru dilakukan oleh orang2 yang sangat terdidik, yang pangkatnya tinggi, yang ahli mengumpulkan uang.
Berarti yang sulit membangun kehidupan baik, yang tidak begitu pandai cari uang, yang tidak begitu tinggi pangkatnya,justru takut salah; yang pangkatnya tinggi, yang koneksinya banyak justru tidak takut membuat dosa.
Untuk itu harus ada masa dimana kita berlatih membangun kehidupan yang baik, itu tidak takut salah. Orang2 yang gampang ditipu uangnya justru orang yang sulit cari uang.
Jadi kita harus bedakan dulu, yang tidak boleh kita lakukan adalah dosa, karena dosa adalah pengumuman langsung kepada Tuhan “Tuhan aku tahu peraturanmu,tapi aku langgar. Sedangkan kesalahan adalah “Tuhan aku tahu hak-ku untuk berhasil, hanya sekarang aku belum betul2 ikhlas mempercayaimu. Sehingga aku kurang begitu percaya, kalau orang berlaku benar akan dikenali dengan baik.”
Cara mengenali sekeliling kita agar management resiko kita lebih baik adalah dengan baca. Perintah untuk membaca juga membaca kehidupan; dan contoh terbaik dari prilaku kehidupan adalah pada wajah orang.
Wajah kita, cara kita berdiri, warna pakaian kita, bagaimana cara kita mengenakan, semua itu diperhatikan orang. Tampil-lah sebaik mungkin, karena banyak orang mejadi korban dari salah pendapat.
Kalau kita perhatikan saudara2 kita, mereka membawa sebagian dari sifat kita, itu sebabnya kita mudah mengenali. Setiap orang mewakili sifat2 kita juga, maka mudah bagi kita mengenali orang, kalau kita mau melihat sebagian dari diri kita ada pada orang lain.
Tanggung jawab sosial adalah perintah dari Tuhan kepada Kita untuk memajukan yang baik dan mencegah terjadinya keburukan. Hal itu memang tidak diperintahkan kepada setiap orang. Itu diperintahkan kepada para pemimpin diantara kita.
Banyak sekali kita mengatakan “selama bukan aku yang salah, biarkanlah”. Tetapi perlu diingat Tuhan akan menaruh hari2-nya yang kuat, untuk membela saudara kita yang sungainya dicemari untuk alasan ekonomi; yang haknya untuk kepentingan publik belum sepenuhnya dipenuhi dll.
Semua itu akan ada orang yang dibuat oleh Tuhan membela. Mari kita upayakan Indonesia hidup dalam keadilan yang menyejahterakan kita semua.
Ada orang2 yang menyukai resiko. Misalnya dia bergelantungan di bukit tanpa tali. Mereka menyukai element resiko. Tetapi ada orang yang lebih senang di rumah, nonton tv, makan kentang goreng dll.
Yang dikhawatirkan dari sahabat2 Indonesia, setelah program ini selesai, akan kembali ke cara2 hidup biasa. Tidak menjadi pribadi yang lebih berani, yang lebih ikhlas menjadikan Tuhan sebagai pemimpin.
Apa yang akan anda lakukan, jika anda lebih berani?.
Kalau anda lebih berani, anda tidak mungkin melakukan yang anda lakukan sekarang. Anda tidak hanya menerima pangkat hanya itu, tidak menerima gaji hanya itu, tidak menerima perlakuan seperti itu. Anda akan mencoba hal2 yang lebih besar.
Jadi pertanyaannya adalah, apakah kita tertarik kepada keberhasilan?.
Orang itu kadang dibuat harus menyelmatkan diri, kadang orang dibuat tidak suka keadaan disini. Tapi sebetulnya bagi orang yang berfikir, tidak perlu ancaman ini itu; karena tertarik untuk hidup baik.
Kalau kita berfikiran baik, kehidupan ini adalah untuk mencapai hak yang baik. Maka ikhlaslah berlaku baik,jangan biarkan penciptaan anda direndahkan oleh orang lain.
Kita berhak bagi kemuliaan, maka jangan lagi takut resiko. Lebih tertarik-lah kepada janji keberhasilan.
Sebetulnya kalau kita melihat kehidupan ini lebih spiritual, yang namanya resiko itu diberikan kepada orang yang harus memperbaiki diri.
Kalau kita tahu ada resiko, dan resiko itu datang kepada yang harus memperbaiki diri. Berarti jangan sampai pantas diberi masalah. Jadi banyak orang yang mengundang masalah bagi dirinya.
Bagaimana kalau kita tidak melingkarkan kehidupan diseputar rasa takut kita. Bagaimana kalau kita membangun kehidupan diseputar keberanian kita.
Keberanian kita untuk berdagang, keberanian kita untuk melayani dengan santun,keberanian untuk membayar hutang kita, untuk menerima yang pantas bagi kita.
Bagaimana kalau kita befokus pada keberanian kita,dan menyerahkan yang kita takuti itu kepada yang Maha Melindungi Kita. Tuhan itu ada untuk satu tujuan, dan tujuannya adalah kemuliaan kita.
Berfokuslah pada yang anda berani lakukan;serahkan kepada Tuhan hal2 yang berada diluar kendali anda; jadikanlah pribadi anda, pribadi yang lebih disukai orang lain. Lalu perhatikan apa yang terjadi.



0 comments:
Posting Komentar