Desember 29, 2009

Mario Teguh Golden Ways 27 Desember 2009 : Logika Generasi Baru

Logikanya orang yang ingin menjadi berhasil, dan akan berhasil adalah orang yang lebih tertarik kedalam keberhasilan. Karena orang yang lebih tertarik kepada kegagalan, memastikan kemungkinan dirinya untuk tidak berhasil, karena dia menjauhi kesalahan. Berikut resume lengkap yang bisa kami catat:

Kita membahas logika generasi baru, supaya nanti saat kita memimpin, saat tumbuh menjadi pribadi2 dewasa, menjadi pribadi yang logikanya sesuai untuk 20 tahun dari sekarang bahkan 40 tahun dari sekarang.

Karena generasi logika baru, mengabaikan tatanan tuntutan, keharusan yang lama digunakan orang untuk membangun karir. Misalnya: Generasi baru tidak bekerja untuk mencari pensiun, sesuatu yang hasilnya nanti.
Generasi baru mempunyai kemampuan untuk dibayar tinggi sekarang. Generasi lama liburnya akhir minggu, generasi baru berusaha membangun kemandirian financial,supaya bisa libur kapanpun. >>> Nina likes this!!

Karena kebebasan yang paling indah adalah kebebasan melakukan yang kita cintai, dan didalam melakukannya kita dihargai dengan tinggi. Jangan lagi merasa bahwa kita harus tua dulu baru berhasil, jadilah yang muda dan berhasil. Jangan lagi harus tua dulu untuk didengarkan, jadilah yang muda dan dihormati.

Dan dalam episode ini kita akan membahas banyak hal, yang akan membongkar paradigma lama, termasuk tidak ada kesalahan yang bisa menjatuhkan orang, sebesar apapun kesalahan adalah cara untuk mencapai keberhasilan. Yang menjatuhkan orang itu adalah dosa yang kecil. Karena kesalahan besar yang dilakukan untuk mencapai keberhasilan, itu karena tidak tahu dan belum berpengalaman.

Tetapi mengambil hak orang lain, mengecilkan keadilan bagi yang lain, dan membesarkan bagi temannya, berhutang keburukan dalam jabatannya; itu dosa, itu yang membatalkan derajat bagi siapapun. Jadi kalau mau salah, salah-lah, tapi dalam berupaya membangun yang benar. Dan jangan pernah berdosa.

Sebuah koin itu mempunyai dua sisi; yang kalau tidak benar, akan salah. Orang yang menghindari salah, menjauhi kemungkianan benar. Itu sebabnya penakut jarang berhasil. Pemberani itu, karena dia berani menghadapi resiko salah, karena tertarik untuk menjadi benar.

Pertanyaannya adalah, sebagai generasi muda, apakah anda lebih tertarik untuk menjadi benar, atau takut gagal?. Logikanya orang yang ingin menjadi berhasil, dan akan berhasil adalah orang yang lebih tertarik kedalam keberhasilan. Karena orang yang lebih tertarik kepada kegagalan, memastikan kemungkinan dirinya untuk tidak berhasil, karena dia menjauhi kesalahan.

Yakinilah setinggi-tingginya kualitas manusia, adalah manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain. Kata lain dari manfaat adalah berguna. Orang berguna itu karena digunakan. Jadi orang yang hebat adalah orang yang digunakan untuk melakukan sesuatu yang besar.

Sebagai anak muda, apa yang sedang anda lakukan supaya anda digunakan untuk melakukan sesuatu yang besar?. Apa yang anda lakukan supaya, lebih tahu, lebih bisa dan lebih kuat sebagai anak muda?. Jangan harapkan digunakan melakukan sesuatu yang besar, kalau kemempuannya kecil. Belajarlah, diuji gagal, coba lagi. Orang hebat itu akan terus mencoba, jika terjadi kegagalan, tanpa kehilangan semangat.

Kalau anda yang muda bercita-cita ingin jadi orang besar, sederhanakanlah apa yang ada pada diri anda. Telepon yang anda sukai adalah telepon yang sederhana, tapi powerfull fungsi dan manfaatnya. Ada orang yang tidak simple, baru mau makan saja bertengkar, baru mau nonton saja bertengkar. Jadilah pribadi yang sesederhana mungkin karena kita ingin digunakan. Janganlah tersiggung kalau digunakan orang, karena kita itu penting kalau digunakan.

Apa jadinya anda sebagai anak muda apabila anda tahu banyak, tahu luas, punya bakat tentang itu, kenal orang2 penting dalam bidang itu, tahu orang2 ahli dalam bidang itu, punya riset dalam bidang itu, anda fasih berbicara, anda santun berhubungan dengan orang lain; maka orang tidak akan menunggu anda tua dulu, langsung anda dituakan; karena ketua itu tidak harus tua.

Kalau dianalogikan, apa jadinya seorang ahli renang yang tidak pernah berenang?, dia tidak akan bisa menerapkan semua konsep yang dimilikinya. Begitupun dalam kehidupan nyata, kunci utamanya adalah ‘doing’, karena keterampilan untuk melakukan datang dari melakukan.

Kalau anda punya anak banyak bicara, biarkanlah, karena ini yang membuat dia berani tampil di depan umum. Anda yang tidak tahu malu, itu punya potensi untuk berhasil. Jadi orang yang mau pandai bicara, banyaklah bicara, dan pastikan itu bernilai. Kalau anda mau tahu bicara yang baik di publik misalnya, jangan boroskan tenaga, dengan menghadap ke satu arah badan saya, mata saya, wajah saya dan tangan saya, itu pemborosan tenaga. Variasikan-lah kesemua anggota tubuh anda ini untuk tidak fokus ke satu arah, sehingga semua audiens tidak akan merasa jenuh.

Dalam pengembangan karir yang muda biasanya terjebak kepada mentalnya orang tua. Orang2 yang tua mentalnya itu mementingkan keamanan, orang2 yang muda mentalnya akan mementingkan oportunity (kesempatan).

Organisasi manapun akan bermasalah kalau anggotanya ’security oriented’ (maunya aman). Maka organisasi sekecil apapun yang akan mengalahkan organisasi besar yang karyawannya ’security oriented’. Mulai kapan orang ’security oriented’?, pada usia 40 tahun. Itu sebabnya kalau mau berwirausaha lakukanlah sebelum 40 Tahun. Karena usia 40 Tahun itu anak sudah mau masuk SMA, ruangan harus lebih besar, fasilitas harus di tambah, hingga tidak berani ambil resiko. Kalau yang masih muda dia tidak punya banyak resiko dia akan lakukan apapun.

Itu sebabnya yang muda2 kalau cari istri, carilah istri yang agak berani seperti itu. Kalau anda muda jangan ’security oriented’, generasi muda tidak cari pensiun, tapi cari gaji sebesar mungkin, tidak pensiun nanti, bisa liburan sesegera mungkin.

Sebagai generasi muda, kita batalkan pendapat lama. Bahwa atasan lebih pandai dari kita, batalkan. Atasan lebih berpengalaman dari kita, batal. Atasan lebih berkualitas dri kita, batalkan. Karena sudah terbukti banyak orang2 yang tidak berkualitas di taruh di tempat2 yang tinggi, sementara yang muda2 yang kreatif dan bekerja keras.

Batalkanlah semua standar2 itu. Bedanya anda dengan atasan, adalah anda belum ditunjuk. Jadi anjurannya bersegarlah, tampil-lah, karena banyak anak muda takut kelihatan atau bergaul dengan atasan. Pandailah, bertanyalah, segerakan tugas anda, berdirilah dengan gagah, jangan pernah bilang tidak bisa, “saya coba Pak, tolong bantu saya, jika saya tidak bisa”. Anak muda seperti ini akan cepat ditunjuk. Jadi persaingan anda dengan atasan adalah cepat-cepatan untuk ditunjuk. Kalau anda lebih berperan, lebih setia kepada perusahaan, lebih melayani pelanggan, maka anda akan ditunjuk.

Orang yang membengkokan aturan itu yang tua, sementara yang muda adalah yang membnongkar. Orang2 yang tua pikirannya akan ’security oriented’, ia akan cari yang aman, peraturan yang akan menggeser mereka dibengkok-kan. Sementara anak2 muda lebih ‘oportunity oriented’, kalau ada peraturan yang menahan mereka, mereka akan bilang “diganti”. Kalau tidak diganti, dia sesuaikan dirinya. Jadi anak muda tidak membengkok-kan peraturan, anak muda berani salah, tapi takut dosa.

Generasi muda yang menikmati hidupnya adalah ‘have fun’. Jangan kejam kepada diri sendiri, jagan terlalu serius, kalau orang berbuat kesalahan, terimalah dan maafkan. Jangan mudah marah, karena kemarahan itu akan lebih merusak orang yang marah-nya daripada yang dimarahi.

Jadi enteng saja, karena kalau Tuhan akan membuat kita kaya, tidak ada yang bisa menahan. Kalau Tuhan akan mengangkat Jabatan tinggi, tidak ada yang bisa menahan. Serahkan diri kepada Tuhan sebagai pemimpin. Nanti Tuhan yang menugaskan kita sebagai apapun. Caranya anda dibuat menyukai hal2 tertentu. Kesukaan kita pada hal2 tertentu itu ‘recruitment system’. Anda dibuat tertarik pada satu hal. Tetapi jangan lupa, setan tahu anda akan berhasil. Jadi anda juga dibuat tertarik kepada hal2 yang tidak berguna. Maka selalu berhati-hatilah, tapi relax saja.

Ambisius itu tidak dilarang, tetapi pastikan orang melihat bahwa ambisius anda itu menambah nilai bagi mereka. Janganlah ambisius, kalau nanti setelah menjadi pemimpin mengurangi hak orang lain. Orang2 yang ambisinya bagi kebaikan, didukung banyak orang. Itu sebabnya yang kampanye berjanjinya mendatangkan kebaikan, sehingga didukung banyak orang, walaupun faktanya jauh berbeda.

Kalau anda ter-obsesi (tergila-gila) tidak menjadi masalah, karena itu yang membuat anda belajar tanpa letih, berlatih tanpa istirahat, menjual agresif, menerima kegagalan dengan bersemangat. Jadi kalau begini obsesi itu penting sekali.

Terkadang banyak dari kita itu hanya ingin meniru jadinya dari kesuksesan seseorang, tetapi sama sekali tidak mau meniru prosesnya. Jadi jika ada seseorang yang mau kita tiru, jangan tiru jadinya, tapi tirulah prosesnya.

Bagi anak muda yang masih menjadi karyawan dan ingin cepat menajadi pengusaha, lakukan konsep berikut ini: Jika anda sebagai karyawan digaji dengan x rupiah, maka jadikan kualitas pribadi anda 50x. Ini yang membuat anda lebih cepat jadi pengusaha, orang yang kualitas pribadinya lebih besar dari gajinya, ia akan stress, tidak puas, membading-bandigkan dirinya dengan orang lain, dan ini sangat bagus sekali.

Yang bisanya alamiah Tuhan lakukan adalah anda diberikan kesempatan menggunakan kemampuan itu, dibayar dengan nilai lebih besar daipada gaji anda. Itu yang dalam ilmu kewirausahaan disebut ‘Windows Of Opportunity’ (jendela untuk melompat). Dan hal ini hanya tersedia bagi orang2 yang kualitasnya berkali-kali lipat lebih besar dari gajinya.

Sebagian orang bekerja didalam rencana keberhasilan orang lain. Pertanyaannya, apakah orang lain itu merencanakan keberhasilan anda?, belum tentu. Sehingga sebetulnya kita bekerja hanya melakukan hal2 yang tidak mungkin menjadi keseluruhan mesin. Anda hanya menambal knalpot, tetapi anda tidak pernah membangun mobil. Pekerjaan sekecil apapun akan menjadi satu sistem yang besar, kalau pekerjaan itu membantu membuat orang hidupnya lebih mudah dan lebih baik.

Apapun pekerjaan, yang membuat orang lebih mudah dan lebih baik, itu akan menjadi karir sepanjang apapun. Dan itu walaupun kecil kelihatannya, adalah sebuah cikal bakal dari sebuah pelayanan yang membesarkan kehidupan.

Sebuah tim yang baik dibentuk dari individu2 yang baik. Perhatian kita yang berlebihan kepada tim itu biasanya salah, karena satu tim yang besar, biasanya yang bekerja hanya beberapa orang saja. Contohnya ada PokJa, berarti ada kelompok lain yang tidak bekerja, ada pemimpin harian, berarti ada pimpinan kadang2.

Berfokuslah pada kualitas pribadi anda. Anda itu disebut hebat, itu bukan anda tahu banyak, karena banyak sekali orang yang lebih tahu dari anda yang tidak berguna, karena tidak menggunakna kepandaiannya untuk kepentingan orang lain.

Berapa banyak orang yang tidak mau berbicara kalau tidak di bayar, ia tidak mau menulis kalau tidak dibayar. Berarti orang yang ikhlas membantu, tanpa menghitung uang, sebetulnya ada uang disitu dari kebaikan. Orang yang tidak takut miskin karena Tuhan, tidak pernah miskin.

Kalau masih panjang hidup anda, tidak berarti anda tidak boleh santai. Karena anda ingin berhenti bekerja dan pensiun pada waktu anda masih sehat. Tidak ada artinya anda kaya raya, ketika anda tidak bisa lagi menikmati kekayaan hasil jerih payah anda. Maka tergesa-gesalah berhasil, karena anda harus berbuat kesalahan, buatlah kesalahan itu sesegera mungkin, jangan buat kesalahannya nanti setelah tua.

Jadi sebuah cita-cita itu dibuat bukan untuk dicapai. Cita-cita itu dibuat agar anda segera mulai.

Bekerjalah sesegera mungkin untuk mendatangkan kebaikan bagi orang lain, …lalu perhatika apa yang terjadi.

Desember 22, 2009

Mario Teguh Golden Ways 20 Desember 2009 : Hari Perhitungan

Kita tidak bebas dari keharusan bertanggung jawab mengenai waktu. Itu sebabnya kalau kita serius kita katakan “Demi Tuhan”, kalau Tuhan serius, Tuhan katakan “Demi masa”. Dan kalau dihitung setiap orang menggunakan waktunya merugi. Berikut resume lengkap yang bisa kami catat:

Tidak ada satu orang pun diantara kita yang tidak ingin melihat masa depan yang cemerlang. Pertanyaannya, apakah kita ingin melihat masa depan yang kita bangun dengan baik dan rajin, atau masa depan yang apa adanya,pribadi yang malas, suka menunda, meragukan kemampuannya untuk berhasil ?

Berarti ada beberapa masa depan. Kalau anda ingin melihat masa depan, pastikan masa depan itu yang anda bentuk. Karena anda berpikiran baik, bersikap baik, dan berprilaku baik.

Mengenai hari kiamat, hari kiamat tidak ada yang tahu. Jadi tidak salah jika anda meyakini tahun 2012 kiamat, asal anda juga meyakini 2011 bisa kiamat, 2010 bisa kiamat, atau bahkan besok bisa kiamat. Tetapi kalau anda hanya meyakini tahun ini saja, anda membatalkan keberserahan diri kepada Tuhan.

Perhatikanlah semua yang kita lakukan kemarin, sudah diperhitungkan sebagai kualitas diri kita hari ini. Jadi yang disebut hari perhitungan ini, sudah terjadi, bukanlah nanti. Orang yang kaya, karena dia bekerja gigih dan menguntungkan orang lain, dalam proses itu dia diuntungkan sehingga dia kaya. Orang yang pandai, dia bekerja dengan tekun untuk memandaikan orang lain, dan dalam proses itu dia jadi pandai.

Juga orang yang sakit karena mempunyai kebiasaan buruk, minum alkohol, merokok, berjudi, merendahkan orang lain, mempercayai yang selain Tuhan; kualitas hidupnya tidak mungkin baik, karena hari perhitungan itu sudah terjadi.

Janganlah kita merasa bebas melakukan apapun karena merasa hari perhitungan itu nanti. Ingat kualitas hidup kita hari ini, adalah indikasi bahwa yang kita lakukan di masa lalu sudah diperhitungkan.

Formula nasib buruk => kualitas apapun + kebiasaan buruk = nasib buruk. Tidak ada pendidikan modal dari orang tua yang kaya, dukungan dari penguasa yang hebat, yang bisa membantu orang yang kebiasaannya buruk.

Berarti kalau begitu Formula nasib baik => kualitas apapun + kebiasaan baik = nasib baik.

Jadi kesemua ini adalah kuncinya ada pada kebiasaan. Untuk itu jadikanlah diri kita yang selalu membiasakan diri berpikir, bersikap dan melakukan yang baik.

Yang namanya masalah bukan hanya menimpa pada orang yang kekurangan saja. Banyak cerita orang yang kaya raya, yang tidak pernah seleasi dari masalah.

Metodanya, orang yang hidupnya genting, itu biasanya mengabaikan hal-hal yang penting. Orang yang hidupnya menghormati yang penting, hidupnya akan lebih berkualitas.

Orang yang mencari kebahagiaan, kebahagian itu ada di luar dirinya. Orang yang mensyukuri hidupnya, kebahagian itu ada dalam dirinya.

Tidak masalah apapun masalah anda, asalkan anda ikhlas meniru kebaikan yang dilakukan orang.

Orang yang berlaku baik, apapun masalahnya sekarang, akan masuk ke dalam nasib yang lebih baik.

Kalau tidak nanti pasti segera, kita akan ditanya mengenai penggunaan dari usia kita. Contoh sederhana: “Sudah besar kok, belum bisa makan sendiri?”, “Kamu kok belum bisa bereskan kamar?”, “Kapan kamu menikah?” dan sebagainya.

Kita tidak bebas dari keharusan bertanggung jawab mengenai waktu. Itu sebabnya kalau kita serius kita katakan “Demi Tuhan”, kalau Tuhan serius, Tuhan katakan “Demi masa”. Dan kalau dihitung setiap orang menggunakan waktunya merugi.

Untuk memaksimalkan waktu yang kita miliki dari hal yang sia-sia, cobalah anda batasi waktu marah anda, jangan sampai waktu anda habis digunakan untuk marah.

Coba juga batasi waktu mengeluh anda, karena orang yang mengeluh menggunakan waktu untuk bekerjanya untuk tidak mensyukuri pekerjaan, untuk tidak mensyukuri usia dan nikmat yang diberikan. Jadi untuk setiap menit anda mengeluh ada 60 detik waktu bekerja yang diambil.

Jadi berhati-hatilah karena anda akan selalu diminta pertanggung jawaban mengenai usia kita.

Anda tidak boleh bekerja atau berkarir yang menunggu hanya disenangi orang, bekerjalah pada bidang pekerjaan yang dibutuhkan orang. Akan jauh lebih baik jika anda berprofesi pada bidang yang dibutuhkan orang, lalu kemudian disenangi.

Cara Tuhan memuliakan kita terkadang dengan dimasukan dalam keadaan kurang, keadaan lemah, supaya kita melihat itu tidak enak. Tetapi sebagian kita bukan mengupayakan pengembangan diri, melainkan menikmati kelemahan tadi, mengeluh dan menyalahkan Tuhan.

Setiap masalah adalah perintah untuk memperbaiki diri. Apabila kita masuk dalam suatu kesulitan, marahlah sebentar,sedihlah sebentar, tetapi setelah itu katakan kepada Tuhan “Terimakasih Tuhan-ku, Engkau membuat pedih ini, supaya tahu ada keadaan yang lebih baik” “Engkau memasukkan-ku dalam kelemahan ini, karena aku belum menguatkan diriku”.

Jadi sebenarnya orang yang sedang diberikan masalah, dia sedang sangat dekat dengan Tuhan.

Tidak ada orang yang mengatakan dirinya beriman yang tidak diuji. Ketika seorang pejabat mengatakan “saya bersumpah” didepan orang banyak; yang akan terjadi adalah ujian dari sumpah itu.

Ketika seseorang mempunyai visi besar, dia akan diuji dengan rasa malas, dengan rasa ragu-ragu, dikasih orang berkomentar tidak baik. Supaya dia mengenali, dia itu terbuat dari apa?.

Kalau anda menyiapkan diri jadi pedang, jangan jadikan diri anda tembaga, jadikanlah diri anda baja yang kuat. Jika anda menyiapkan diri sebagai pedang dalam kehidupan ini, berdirilah didepan Tuhan “Tuhan aku terbuat dari bahan yang mulia, gunakanlah aku”.

Seandainya kehidupan kita dijamin Tuhan tidak akan pernah gagal. Kebanyakan dari kita akan bersantai dan berleha-leha. Inilah yang membuat Tuhan membatalkan jaminan-Nya.

Intinya ketika Tuhan menjamin anda, anda tidak akan pernah gagal, anda tidak tahu apa yang akan anda kerjakan. Seharusnya kita meminta yang sebesar-besarnya, kalau tahu dijamin Tuhan tidak akan pernah gagal. Kenapa tidak anda katakan “Saya akan menjadi pemurni air seluruh Indonesia” kenapa kita tidak minta itu?.

Berarti banyak sekali orang yang hidupnya itu tidak dibesarkan, karena tidak ada jaminan untuk berhasil. Kalau kita tahu Tuhan Maha Penyayang, dan mempunyai kepentingan bagi kebaikan alam, ambilah tugas memperbaiki alam, lalu perhatikan apa yang terjadi.

Berdo’a yang baik itu adalah berdo’a sesuai aturan dan tuntunan dalam agama. Kemudian berdo;a itu dibesarkan pengertiannya sebagai keseluruhan kehidupan.

Jadi, jadikanlah pekerjaan sebagai do’a, hubungan baik dengan orang lain sebagai do’a, tatapan mata kepada orang lain sebagai do’a.

Kalau ada orang lain bersikap kasar kepada orang, cobalah lakukan do’a ini, “Tuhan teteskan sedikit kasih sayang dihati orang itu, supaya dia lebih ramah dan penyayang kepada orang itu”. Maka anda akan melihat keajaiban itu.

Jadi berdo’a itu tidak putus dan tidak hanya waktu dituntun. Banyak orang menganggap berdo’a itu hanya waktu ada yang menuntunnya, ini hanya ritual saja.

Do’a yang paling baik adalah do’a yang dijadikan kehidupan kita. Sehingga kehidupan kita menajdi alasan bagi Tuhan untuk memuliakan kita.

Do’a yang kurang baik tidak mungkin menjadi sebuah do’a, karena do’a itu selalu yang membaikkan diri kita atau orang lain.

Kata-kata baik kita kepada orang lain akan kembali menjadi kebaikan bagi kita. Sebaliknya kata-kata buruk kita kepada orang lain akan menjadi keburukan bagi kita.

Seburuk-buruknya pendapat kita kepada orang lain, jangan katakan yang buruk, karena itu akan kembali kepada kita. Orang buruk itu sudah buruk, tidak boleh anda menggunakan orang buruk, untuk memburuk-kan diri kita. Tidak ada orang jelek yang memberikan ijin kepada anda untuk menjelek-kan diri.

Masa depan itu tidak pernah satu skenarionya, masa depan itu menjadi indah apabila setiap orang diantara kita mengindahkan dirinya.

Jadi, apapun perhitungan masa depan, yakinilah bahwa yang baik dihitung baik. Berpihaklah pada yang membaikkan orang lain, karena yang membaik-kan orang lain itu yang membaik-kan kita.

Jadikan semua keberadaan anda dalam kehidupan ini, sesuatu yang baik; lalu perhatikan apa yang terjadi.

Desember 14, 2009

Mario Teguh Golden Ways 13 Desember 2009 : Jadinya Aku, Terserah Aku

Kita harus berani sejak dini untuk berlaku jujur dan tidak pernah berhutang keburukan. Karena semua orang besar yang tidak tegas sekarang ini, sedang berhutang keburukan; sehingga cara membayarnya, mau tidak mau harus menjadi orang buruk. Kalau mau berhutang - berhutang budi, sehingga jika membayarnya nanti dengan budi baik. Kejujuran tidak boleh ada hal lain selain kejujuran. Berikut resume lengkap yang bisa kami catat:

Jadinya Aku terserah Aku, karena Aku adalah pembentuk bangsaku, maka jadinya bangsaku tererah kita. Maka dalam episode kali ini akan dibahas tentang bagaimana tumbuh menjadi pribadi yang membanggakan bagi diri sendiri, bagi keluarga, bagi mereka yang mengasihi kita, juga bagi bangsa tercinta ini.

Banyak orang yang menganggap bahwa keberhasilan itu harus disebabkan oleh orang lain. banyak orang yang sekarang sedang menunggu dibuat berhasil. Padahal berhasil itu harus kita sebabkan. Keberhasilan itu bukan sesuatu yang otomatis hanya kita dilahirkan, sekolah, lalu melamar untuk bekerja.

Hukum sebab akibat dalam kehidupan ini sangat ketat dan sangat tegas. Orang yang tidak menyebakan kebaikan dalam dirinya, tidak akan menjadi orang baik. Dan yang harus diingat bahwa tindakan kebaikan adalah tindakan kebahagiaan. Hanya orang yang berlaku baik yang berhak bagi kebahagiaan.

Pemimpin itu dibentuk atau dilahirkan?, Apakah ada pemimpin itu yang tidak dilahirkan?, Semua pemimpin itu dilahirkan, maka jangan lagi bertanya mengenai hal ini, tetapi bentuklah diri menjadi pribadi yang diamanatkan untuk memimpin.

Kalau kita bertengkar karena hanya perbedaan dukungan terhadap calon pemimpin; perlu diigat, siapapun yang terpilih, tidak ada hubungannya dengan rejeki kita. Siapa yang memenangkan Presiden yang terpilih sekarang, tidak otomatis rejekinya terperbaiki; dan yang mendukung calon yang kalah tidak otomatis dirugikan.

Lalu apa yang bisa kita harapkan dan bisa kita bangun dengan prilaku yang buruk?. Untuk apa Anda berlaku buruk, melukai sesama, sahabat dan saudara kita?. Bahkan polisi yang dilawan dijalanan itu-pun mungkin mempunyai keluarga/anak yang sependapat dengan Anda, hanya saja polisi itu sedang menjalankan tugas.

Mengapa kita menganggap kalau kita tidak berprilaku buruk, perhitungan kebaikan itu kurang bagi kita?. Mengapa kita tidak mengutamakan yang baik?, karena hanya yang baik yang membaikkan. Bagaimana mungkin kita bisa mencapai keindahan,kalau cara2 kita tidak indah.

Maka marilah kita ikhlaskan kepemimpinan kehidupan ini hanya kepada Tuhan. Tidak boleh Anda gantungkan harapan hanya kepada orang2 yang kita ajukan untuk memimpin, yang belum tentu setelah memimpin bisa memimpin dengan amanah.

Jadilah pemimpin yang paling amanah bagi kehidupan kita sendiri. Ikhlaskan-lah tugas membaikkan kehidupan kepada Tuhan. Berlakukalh baik, agar mudah kebaikan itu dipihakkan kepada kita.

Untuk mencemerlangkan diri dan bagian dari bangsa yang cemerlang, mulailah dari wajah Anda. Waktu Anda menghadapa ke Tuhan, beri tahu Tuhan,”Tuhan ini wajahku, Aku hadapkan kepada-Mu”. Coba gunakan wajah buruk Anda, lalu hadapakan ke cermin, kemudian Anda lihat dan tanyakan pada diri Anda sendiri, pantaskah wajah buruk ini bagi rejeki baik?.

Lalu gantilah dengan wajah yang senyum, seperti Anda baru melihat bayi Anda yang 6 bulan baru dimandikan. Bayangkan semua kelembutan itu. Dan Anda akan setuju, bahwa dengan wajah seperti itu, anda akan berejeki baik.

Dibutuhkan satu desa untuk membesarkan satu anak. Kalau kita sering mendengar kalimat “Kita sebagai manusia biasa..”, sesungguhnya sebiasa-biasanya manusia, dia bukan ciptaan biasa. Tuhan menantang kita, kalau kamu hebat buatlah seekor lalat, kalau bisa.

Maka jangan pernah menganggap kita sebagai manusia biasa. Sehingga pribahasa “Dibutuhkan satu desa untuk membesarkan satu anak”, kata satu ini bisa bermakna satu orang, karena orang yang benar bisa seukuran negara.

Jadi kalau berbicara membesarkan satu anak, ada orang yang kemampuan-nya membesarkan satu negara. Sehingga tidak harus ini jumlah orangnya banyak. Mengapa kita tidak ambil tanggung jawab pribadi untuk membesarkan orang?. Karena orang yang mengambil tanggung jawab untuk membesarkan orang lain, telah menjadi pemimpin, bahkan tanpa kedudukan.

Kita tidak bisa mengatakan mendahului takdir, kalau kita tidak mengetahui takdir. Tidak ada kaum yang bisa merubah nasibnya , kalau dia tidak berupaya merubahnya sendiri. Berarti upaya adalah pengubah nasib. Sehingga nasib kalau mau baik, upayanya harus baik. Hanya kebaikkan yang membaikkan, dan ini tidak mendahului takdir, tetapi justru menuruti perintah Tuhan.

Dan satu lagi adalah Pamrih. Pamrih itu baik kalau pamrih-nya baik. Pamrih itu ada dua macam, kalau pamrihnya ke orang itu namanya pamrih, tapi kalau pamrihnya ke Tuhan, itu namanya ikhlas.

Kebodohan yang yakin, akan mengalahkan kepandaian yang ragu2. Siapapun yang berkualitas, tetapi ragu2, akan tampil seperti orang yang tidak berkualitas. Siapapun yang bodoh tetapi tampil yakin, akan dikira pandai.

Dalam masyarakat kita ini, banyak orang yang pandai sangat terdidik yang prustasi; karena dipimpin oleh orang yang kurang pandai dan menjadi atasannya.

Rata-rata yang diangkat selalu yang berani. Karena yang disebut sudut yang mempimpin adalah selalu orang yang didepan yang berani menerima resiko dari keputusannya.

Banyak sekali orang terdidik yang tahu resiko didalam keilmuannya yang selalu menunda, dengan alasan konsolidasi dulu. Orang yang tidak tahu, berani karena tidak tahu. Itu sebabnya kebodohan yang yakin,akan mengalahkan kepandaian yang ragu2.

Orang biasa akan menjadi orang yang luar biasa, kalau dia melakukan hal2 biasa dengan kesungguhan yang tidak biasa.

Kalau sudah diberi, kita itu harus ikhlas. Kita itu tidak boleh komplain dan ngomel kalau sudah diberi. Hanya kita harus pastikan berdiri di tempat yang pemberiannya besar.

Kebanyakan dari kita melihat rejeki yang kita terima hanya dari jumlah nominal uang/materi. Padahal rejeki yang diberikan dalam bentuk lain jauh lebih besar. Misalnya kita dihindarkan dari jatuh sakit parah, dihindarkan dari kecelakaan, dihindarkan dari kecopetan, dijauhkan dari fitnah dll. Semua ini adalah rejeki Kita yang tidak Kita sadari, dan kalau diuangkan, bisa jadi jauh lebih besar nilainya daripada uang yang kita terima langsung.

Kita harus berani sejak dini untuk berlaku jujur, dan tidak pernah berhutang keburukan. Karena semua orang besar yang tidak tegas sekarang ini, sedang berhutang keburukan; sehingga cara membayarnya, mau tidak mau harus menjadi orang buruk.

Kalau mau berhutang - berhutang budi, sehingga jika membayarnya nanti dengan budi baik. Kejujuran tidak boeh ada hal lain selain kejujuran.

Siapapun yang menginginkan peran besar dalam hidupnya harus berhati-hati. Tidak bergaul dengan orang-orang yang bisa membuat Kita berhutang keburukan; yang membuat kita saat mempimpin nanti tidak bisa berlaku tegas.

Bagaimana membangun pribadi yang bertanggung jawab penuh, seutuhya bagi keberhasilan dirinya?. Kalau Kita tahu caranya; tidak ada yang tidak bisa kita lakukan. Jadi siapun yang sedang berada dalam kesulitan, tugas pertamanya adalah mencari cara.

Carilah orang yang tahu caranya. Ada yang magis sekali dalam hubungan kemanusiaan. Ada ilmu yang diberi istilah “Six Handshake Away” ,’Enam jabat tangan jaraknya’ , hanya dengan bertanya kepada enam orang Anda akan bertemu dengan siapapun, asal Anda bersungguh2 mencari keenam orang itu. Makanya nih system Oriflame cuma suruh cari 6 orang aje kaaan??

Jadi bagaimanapun sulit tantangannya, kalau dia memikirkan caranya, dia akan menemukan orang yang tahu. Maka bergaul-lah dalam pergaulan2 yang baik, bukalah pandagan baik, nasihat2 yang baik, ikhlaslah untuk menerima bahwa ada orang yang lebih hebat dari kita.

Salah satu cara untuk menemukan kehebatan diri adalah ikhlas untuk merayakan kehebatan orang lain. Itu membuat kita mempunyai tanggung jawab untuk menghebatkan kehidupan.

Banyak dari kita melihat sukses itu hanya dari ukuran material. Karena kita terbiasa dididikan oleh iklan. Iklan mobil memberitahu kita bahwa mobil kita tidak baik, iklan rumah memberitahu kita bahwa rumah kita tidak baik.

Karena kita dididik untuk tidak mensyukuri yang kita miliki, agar kita memperkaya orang lain untuk membeli yang dijual itu; akhirnya kita menstandarkan kepemilikan sebagai keberhasilan. Padahal setelah kita melampaui usia setengah dari harapan hidup kita, kita akan sadar bahwa yang disebut berhasil itu adalah menjadi orang baik.

Jadinya Aku terserah Aku, kalau keberhasilan itu kebaikan, maka keberhasilan itu lebih mudah. Sehingga kalau keberhasilan-ku, jadinya Aku terserah Aku, maka kebaikan-ku terserah aku, karena Aku + Tuhan = Cukup.

Jadi orang yang mempunyai standard kebaikan, tidak menyukai ketidak baikan dilakukan kepada orang lain. Dia mengambil tugas kepemimpinan, untuk menjalankan kebaikan.

Maka pesannya bagi kita, bagaimana kalau kita menjadikan pengisi dari pikiran kita adalah kebaikan bagi orang lain. Mengisi sikap sebagai kebaikan bagi orang lain, serta semua yang kita lakukan adalah kebaikan bagi orang lain. Lalu kita perhatikan apa yang terjadi.

Desember 08, 2009

Mario Teguh Golden Ways 6 Desember 2009 : Tidak Mungkin Tapi Bisa

Kalau kita semakin diragukan orang, harus semakin dibuktikan. >>> Nina mucho mucho likes this!!! Bukanlah keraguan orang yang mengecilkan masa depan kita. Tidak ada modal apapun atau bantuan yang memuliakan kita, kalau kita tidak memberikan kualitas dan kepantasan untuk diangkat.. Berikut resume lengkap yang bisa kami catat:

Bukan hanya orang2 hebat yang mencapai hal2 yang tidak mungkin. Marilah setiap dari kita melihat ke belakang, dan lihatlah kehidupan Anda sekarang. Ternyata kehidupan kita sekarang diisi dengan banyak hal yang tadinya kita anggap tidak mungkin.

Tetapi kita ada dan hidup dalam kualitas ini. Jadi kalau sejarah kehidupan pribadi kita telah membuktikan diri kita sampai ke tempat2 yang tadinya tidak mungkin, apa yang membatasi kita untuk mencapai sesuatu yang tidak mungkin yang baru?, yang segera akan kita jadikan sesuatu yang biasa dalam kehidupa kita.

Kalau dituliskan dua kata “tidak mungkin” dan “bisa”. Waktu Anda berencana, bermimpi atau berkhayal yang difokuskan adalah “bisa”. Tapi tolong diingat kehebatan rencana kita tidak pernah mengalahkan kehebatan penundaan kita.

Semua keinginan besar itu ditunda karena kita selalu berfolus pada yang tidak mungkin. Bagaimana Anda mentenagai diri Anda sendiri, kalau sebelum memulai sesuatu yang besar Anda katakan tidak mungkin?. Lalu Anda menyebut diri berkasih sayang kepada diri sendiri?.

Yuk.. kita coba pisahkan diri sendiri dengan diri kita sendiri itu. Kita anggap diri sendiri anak kecil, yang baru berupaya, lalu ada orang dewasa bilang ‘gak mungkin…’. Sampai hatikah jika seorang dewasa mengakatakan “tidak mungkin…” kepada anak kecil yang sedang berupaya, hanya karena dia sendiri tidak menjadi apa2?.

Jadi kalau begitu, bagaimana kalau sebelum kita berbicara apapun, kita semua berfokus pada yang bisa kita lakukan sekarang.

Yang membuat training2 dengan jargon ‘bisa…bisa..bisa..’ itu gagal, karena membayangkan bisa yang dicapainya. Hal ini sangat menakutkan.

Sekarang mari kita permudah, bisa melakukan yang bisa kita lakukan sekarang. Jadi apapun ukuran yang bisa kita lakukan, ambilah pekerjaan kecil yang bisa kita lakukan sekarang. Anda bisa lakukan itu, dan lakukanlah.

Sebetulnya kalau kita berangkat dari keimanan, keberhasilan itu 100% pasti. Kalau berbicara dari keimanan karena yang menjamin Tuhan.

Tetapi dalam taraf kemanusiaan kita, kita tidak boleh meyakini itu, karena itu mendahului keputusan Tuhan. Sehingga dalam kesederhanan hubungan kita dengan manusia, kita selalu mengatakan “kalau diizinkan Tuhan”. Jadi yakinlah, lalu katakan kepada saudara kita itu “Kalalu diizinkan Tuhan, Aku akan”.

Tetapi kadang orang kalau dikatakan “Insya Allah” atau “Kalau diijinkan Tuhan” , itu seperti mengindikasikan keraguan. Jadi kepada orang2 seperti itu, senyumlah ramah, tunjukan bahwa Anda sendiri yang berserah, lalu katakan “Saya akan upayakan untuk mencapai tingkat keberhasilan teringgi, dari yang bisa saya upayakan”. Itu bicaranya seorang profesional.

Penahkan Anda mendengar ada yang mengatakan “Keinginan itu hanya keinginan?”. Kalau dikatakan kepada Anda, “tolong inginkan sesuatu yang besar”, Anda harus akui, bahwa Anda membatasi yang Anda inginkan. Jangan pernah katakan “Keingina hanya keinginan”, keinginan itu membutuhkan penghormatan.

Hanya orang yang menghormati dirinya, yang mengijinkan dirinya menghormati yang besar. Orang2 yang memiliki pendapat yang rendah tentang dirinya, membatasi keinginannya; karena dia jadi orang pertama yang mentertawakan keinginannya. Jangan pernah spelekan keinginan, karena keingiinan itu bisa menjadi tanda tentang penghormatan kita kepada diri sendiri.

Jangan berfolus kepada yang tidak mungkin, fokuslah pada yang bisa Anda kerjakan. Orang yang berfokus pada ‘kapan sampai’, tidak akan pernah merasa damai.

Orang-orang yang berfokus pada setiap kilometer2 perjalanannya-nya, tahu2 sampai. Karena sampai itu bukan akhir, sampai itu disetiap penggalan perjalan Anda itu. Karena keberhasilan itu bukan sampainya kita diakhir tujuan, keberhasilan itu adalah kualitas dari perjalanan.

Kunci bagi orang yang mempunyai impian untuk memungkinkannya adalah tetap bermimpi saat bangun. Orang yang mau mencapai impiannya, harus tetap bermimpi saat dia bekerja.

Yang paling berbahaya adalah Anda bersaing, dengan orang2 yang bekerja dan ditenagai oleh impiannya. Mimpi yang tidak usah dikhawatirkan kepada pesaing Anda adalah mimpi yang telah hilang setelah buka mata.

Yang menjadikan orang2 sepeti kita ini hebat dan nanti berpengaruh adalah pandangan matanya itu ditenagai oleh impian besarnya, kesantunannya itu diwarnai oleh penghormatan pada dirinya sendiri.

Maka bermimpilah dalam kesadaran Anda.

Kalau kita mau kehilangan sesautu jangan ikhlas dulu. Tidak boleh kita mengikhlaskan sesauatu yang belum terjadi. Itu sebabnya kita berdo’a. Tetapi setelah tejadi, kita harus menerima. Sebagian dari kita masih memprotes yang sudah terjadi. Bagaimana kalau kita berfokus pada yang masih bisa dipengaruhi kejadiannya, dan menerima dengan ikhlas yang sudah terjadi.

Sebagian dari urusan Tuhan diperintahkan kepada kita untuk mengambil alih. Urusan Tuhan itu mensejahterakan orang yang kekurangan, yang sakit, yang terpinggirkan. Dan Tuhan muliakan orang2 yang mengambil alih tugas itu. Semakin besar tugas yang bersedia kita ambil dari Tuhan, semakin dimuliakan kita.

Orang yang paling bingung adalah orang yang melakukan hal2 yang sama, dengan cara yang sama, tetapi mengharapkan hasil beda.

Sebagian dari saudara kita yang sekarang sedang gundah adalah orang2 seperti ini. Jadi kalau kita menginginkan hasil yang beda, maka lakukanlah sesuatu yang baru. Kalaupun tidak bisa melakukan yang baru, lakukanlah yang lama dengan cara yang baru. Cara baru termudah adalah menjadi pribadi yang lebih ramah.

Sumberdaya yang bisa menghebatkan kita, bukan banyaknya tetapi penggunaannya. Berapa banyak orang kaya yang khawatir mengenai keturunannya, karena akan memboroskan uang. Salah satu kekhawatiran terbesar orang kaya adalah anaknya tidak pantas mewarisi kekayaan.

Sedikit uang bagi orang yang mensyukuri, dan menjadikan pelayan bagi keinginan besarnya; membuktikan bahwa bukan besarnya modal yang menghebatkan kehidupan, tetapi penggunaan dari apapun modal yang ada pada diri.

Untuk mengorganisasikan hal yang tidak mungkin menjadi mungkin pada diri kita, salah satu caranya dengan berani membuat kesalahan.

Karena hidup ini seperti koin; satu sisi benar, satu sisi salah. Orang yang takut bertindak karena takut salah, ia menjauhi keberhasilan.

Kalau Anda sekarang sudah megupayakan hal yang benar, tetapi tidak pernah benar, berarti kurang mencoba salah. Masukanlah diri Anda kepada kemunginan salah; dalam proses itu Anda melakukan sesuatu yang benar.Orang yang ramah kepada yang mungkin salah, berbakat bagi keberhasilan.

Kreatifitas itu bukan pada Anda. Orang disebut kreatif itu kalau dia bisa mendayagunakan apapun yang ada dilingkungannya. Syarat kreatif itu bukan di-orang-nya; tetapi penggunaan dari apapun yang tersedia.

Tidak mungkin orang kreatif itu malas, karena dia selalu sibuk mencari yang sesuatu yang bisa dijual. Orang kreatif itu sibuk mengambil keuntungan dari penggunaan lingkungannya, bukan orangnya.

Banyak orang yang tidak bersedia membayar disiplin untuk berhasil. Kita tidak boleh menghindari disiplin yang dibutuhkan untuk berhasil.

Kita mengamati orang2 yang berhasil sebelum kita, karena kita ingin mengamati disiplin yang diperlukan. Bukan mencapai yang dia capai.

Perhatikan-lah disiplin yang dilakukan orang2 berhasil itu. Selalu itu keteraturan yang mengabaikan rasa malas. Keteraturan yang mengabaikan penundaan. Dan satu lagi pengabaian dari pendapat orang lain, yang tidak percaya bahwa kita berhak untuk berhasil. Serta pengabaian dari keraguan2 pribadi kita.

Disiplin untuk berhasil itu sama, yaitu keteraturan untuk berpihak kepada yang membesarkan.

Dalam mempengaruhkan pendapat, semua salesman adalah orang2 yang berupaya menjual kualitas kehidupan yang lebih baik. Menjual pompa yang lebih baik, mobil yang lebih baik, rumah yang lebih baik dsb. Mereka ini adalah duta2 penyampai kebaikan. Orang akan menolak, karena dia lebih nyaman mempertahankan cara2 yang telah terbukti mengecilkannya, daripada mencoba cara baru untuk membesarkan dirinya yang belum tentu.

Kuncinya hidup ini adalah keberhasilannya ditentukan oleh kita. Kuat-kuatan orang yang mengatakan ‘ya’ melawan orang yang mengatakan ‘tidak’. Kita itu orang profesioal, kalau ada orang menolak kebaikan itu harus dipaksa. Karena kalau kita biarkan dia hidup dengan cara2 yang lama, itu tidak baik baginya.

Sehingga siapa yang lebih kuat, untuk memaksakan kebaikan itu. Apakah kita kalah dengan orang2 yang mempertahankan cara2 yang telah terbukti melemahkan hiudpnya.

Sikap marah dan mudah tersinggung sebenarya ada pada setiap diri kita. Tetapi sebagian kita tidak menggunakan kemarahan dan mudah tersinggung itu untuk menghebatkan diri.

Tapi orang2 yang hebat membutuhkan dihina, untuk kemudian menyala menjadikan sesuatu luar biasa. Tetapi ada orang kalau marah malah merendahkan dirinya.

Kalau kita semakin diragukan orang, harus semakin dibuktikan. Bukanlah keraguan orang yang mengecilkan masa depan kita. Tidak ada modal apapun atau bantuan yang memuliakan kita, kalau kita tidak memberikan kualitas dan kepantasan untuk diangkat.

Jadi kalau mau mengabaikan, abaikanlah yang tidak perlu. Abaikanlah pendapat yang merendahkan kita. Telah banyak orang yang berhasil dengan cara mengabaikan yang tidak perlu. Berfokuslah pada yang membesarkan diri.

Pendidikan telah menjadi bagian dari inflasi. Banyak sekali orang yang telah berpendidikan tinggi, tetapi belum dihargai cukup dipasar. Karena ilmu juga sudah inflasi, jika dibandingkan dengan penggunaan ilmu.

Sehingga kalau orang berilmu dia terheran2 kenapa hidupnya belum baik, dia belum menggunakan yang diketahuinya. Perilaku adalah wajah dari ilmu. Orang yang berilmu, prilakunya baik.

Jadi pendidikan sehebat apapun, yang berada pada pribadi yang tidak baik kelakuannya; itu bukan pendidikan, tetapi itu hanya masa belajar yang panjang. Tetapi orangnya tidak terdidik, karena prilaku adalah wajah dari ilmu. yang biasanya kita kurang adalah pengharusan diri.

Tidak ada satu pibadi hebat di sekitar kita, yang tidak mengharuskan dirinya menjadi dia sekarang. Orang2 yang membiarkan dirinya tidur lebih lama dari teman2-nya, datang lebih lambat dari teman2-nya, makan siang lebih lama dari teman2nya, pulang lebih cepat dari teman2nya; orang2 seperti ini memiliki pengharusan diri yang kecil.

Jadi kesimpulannya, besarnya seseorang hanya sebanding dengan besarnya pengharusan kepada dirinya sendiri.

Kesabaran itu tidak boleh digunakan untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan yang tidak baik. Janganlah bersabar dalam keburukan.

Kalau kita berada pada lingkungan yang mengharuskan kita berbuat tidak baik, tidak boleh terus bersabar dilingkungan yang seperti itu.

Kalau mau bersabar, itu karena kita dalam proses naik. Dan semua orang yang rencananya jadi orang besar akan diganggu.

Sepertihalnya jika ada wanita cantik, berjalan melewati laki2 nakal diganggu; karena dia cantik. Begitupun jika ada orang yang rencananya besar dinganggu, karena ada orang yang mengetahui rencana kebesaaran itu.

Sehingga yang merasa hidupnya sulit banyak gangguan; sadarlah bahwa Anda itu orang besar yang sedang berusaha digagalkan. Karena jika Anda direncanakan jadi orang kecil, setanpun tidak pernah melihat perlunya menggangu.

Jadi wajar yang mempunyai rencana besar diganggu, karena keinginann itu do;a. Keinginan itu bentuk penghormatan diri. Maka orang yang keinginannya menuju kebesaran dirinya, diganggu.

Maka orang yang sedang berada dalam kesedihan karena masalah, bersyukurlah; karena Anda sedang ditunjukan bahwa Anda sedang dalam perjalanan menuju kebesaran.

Tidak mungkin tapi bisa berarti, jika kita mau menginingnkan,
- Inginkanlah yang besar. Kalau Anda mengatakan tidak mungkin, itu Anda sedang memberitahu bahwa Anda sedang tidak menghormati diri sendiri. Kalau dikatakan ‘inginkan yang besar’, katakanlah ‘ya, mulai hari ini aku menghormati diriku, dan aku ijinkan menginginkan yang besar’ .

- Inginkan yang tidak mungkin. Karena kalau Anda menginginkan yang mungkin itu namanya rencana, laksanakan saja. Sesuatu yang tidak mungkinn adalah sesuatu yang dilihat lebih besar dari kemampuan kita sekarang. Orang yang menginginkan yang tidak mungkin tersemangati untuk memiliki kemampuan yang lebih besar.

Kemampuan yang lebih besar itulah yang menjadikan hal yang tidak mungkin kelihatan mungkin. Jadi berkasih syanglah pada diri sendiri, berlakulah penuh hormat, berfokuslah pada peningkatan kemmapuan, bukan memperhatikan besarnya kemungkinan berhasil atau tidak.

Berfokuslah pada meningkatkan kemampuan Anda setiap hari, setiap saat. Lalu perhatikan apa yang terjadi.

Desember 02, 2009

Oriflame Desember hebooooh! GRATIS daftar member, DOUBLE GRATIS product

Tadi pagi saya dikejutkan dengan email dari Mba Meuthia, Promo Bulan Desember. Padahal belom selesai aku kaget sama katalog special kemaren.

Oriflame, selalu banyak kejutannya. Selalu ada kejutan. Setiap waktu. Dan udah paling bener deh klo joinnya di BOSS Family, karena info2 soal kejutan2 itu taunya pasti duluan ... fuufufufu

Nah, kejutan yang mau aku kasih tau sekarang tuh yaaa .. ini nih

Selama 2 Desember 2009 - 16 Januari 2010, Setiap member baru yang join pada rentang waktu tersebut akan mendapatkan keuntungan yang berlipat-lipat kali dibanding waktu yang lain, yaitu :

1. Biaya pendaftaran sebesar Rp 40 ribu rupiah, akan dikembalikan pada saat Anda order pertama kali senilai Rp 175 ribu rupiah selama masa 30 hari bergabung. Artinya, ANDA JOIN GRATIS =D

2. Hadiah untuk member baru yang memenuhi kualifikasi Welcome Program (WP), di double nilai rewardnya. Reward WP 1 yang biasanya berupa FREE PRODUCT senilai Rp 70 ribu rupiah, HANYA PADA PROMO DESEMBER 2009 ini rewardnya 2x Rp 70 ribu rupiah.

Sementara WP 2, rewardnya juga meningkat menjadi 2x Rp 100 ribu rupiah.
dan WP 3, rewardnya berupa kalung cantik ciamik senilai 300 ribu rupiah.

Duuuhhhh … baru join aja keuntungannya banyak, dapet Hadiah Free Product selama masa kualifikasi 3 bulan. Mana sekarang didouble lagi nilai rewardnya. Coba pikir apa nggak untung banget?

Itu baru keuntungan ketika sign menjadi member, lho.

Belum lagi kalau kita jalankan bisnisnya, ikuti sistemnya, dan merayakan sukses bersama BossFamilly. Jangan lupa, modalnya hanya 40 ribu rupiah aja. Sementara potensi pendapatannya bisa 700 M, plus pelesiran GRATIS ke Luar Negeri dua kali setahun, cash reward dan bisnis yang bisa diwariskan! Udah ada buktinya nih ...

So? Grab fast kesempatan ini. Nunggu apaan lagi sih, mumpung berlipat2 nih keuntungannya. Cuma perlu copy KTP dan pendaftaran 40 ribu rupiah aja kok.
Telepon aku segera yaaaa ..